PBESI: 44 Juta Warga Indonesia Bermain Game Setiap Harinya

img
May
21
Spread the love

Jakarta – Paradigma tentang game merupakan murni hiburan ternyata perlu dilihat kembali. Pasalnya, beberapa tahun terakhir, olahraga dengan media permainan elektronik semakin bertambah peminatnya. Bukan hanya sebagai pengisi waktu luang saja, melainkan media berkompetisi secara profesional.
Game sendiri telah bertransformasi menjadi industri dengan potensi bisnis yang tinggi. Setidaknya, 44 juta warga Indonesia bermain game setiap harinya. Indonesia pun menjadi salah satu negara penyumbang pemain terbanyak di wilayah Asia Tenggara.

Ricky Setiawan, ketua bidang atlet, Prestasi dan IT Pengurus Besar Esport Indonesia (PBESI) menjelaskan, berkembangnya esport dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kemajuan teknologi dan pandemi. Menurutnya, kemudahan mengakses game mendorong masyarakat untuk mengonsumsi permainan elektronik tersebut. Ditambah lagi dengan kondisi kesehatan dunia yang buruk akibat pandemi, membuat game menjadi cara untuk menyibukkan diri.

“Tadinya esports hanya bisa diakses oleh beberapa orang, kemudian saat ini bisa diakses semua orang yang menggunakan smartphone. Sebelum 2016 kebanyakan (game) dimainkan melalui PC. Sementara mulai 2016 mulai berdatangan game-game yang bisa dimainkan dalam smartphone,” terangnya dalam acara d’Mentor detikcom, Kamis (27/1/2022).

“Puncaknya di 2021 saat masa pandemi, saat orang-orang harus di rumah dan memiliki banyak waktu luang,” jelas Ricky.
Kondisi ini pun membuat esports menjadi industri yang besar. Sebab, para pembuat dan penerbit game semakin berkembang seiring bertambahnya para pemain game itu sendiri. Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia menjelaskan, selain aksesibilitas yang tinggi, peran pemerintah yang besar di sektor ini menjadikan ekosistem esports semakin membesar.

“pemerintah cukup aktif dalam mendukung event (esports) dan juga mengadakan event sendiri. Dan sekarang ini ada pelatihan atlet, itu sangat positif dalam membantu perkembangan dunia esports,” tandas Hans.

“Ada 4 core ekosistem, developer dan publisher, time sports dan akademi, media dan influencer, event dan turnamen organizer. Esports sebagai industri, ada banyak peluang di industri sports ini,” kata Ricky.

Leave a Reply

Your email address will not be published.